WELCOME TO KANG GHOFUR >>> TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG >>> SEMOGA SUKSES DAN SEHAT SELALU

Tergesa Gesah Adalah Perbuatan Syetan Kecuali 5 Perkara

 


Tergesa-gesa adalah Perbuatan Setan, Kecuali 5 Perkara.

Banyak orang sering merasa tergesa-gesa dan tidak sabar mendapatkan sesuatu. Terkadang, karena ingin hasil yang cepat membuat mereka melakukan cara-cara yang tidak benar. Perihal sifat tergesa-gesa ini, Allah sempat menyinggungnya dalam Al-Qur’an:

خُلِقَ الْاِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍۗ

Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa (Qur'an Surat  Al-Anbiya’ ayat  37.

Syekh Wahbah Zuhaili menerangkan bahwa ayat ini berkaitan dengan orang-orang mukmin yang ingin orang kafir cepat-cepat terkena azab. Maka Allah memperingatkan mereka agar jangan menuruti sifat tergesa-gesa.

Secara umum, tergesa-gesa melakukan sesuatu adalah tidak baik. Imam Hatim Al-Asham mengatakan bahwa sifat tergesa-gesa itu datangnya dari setan, kecuali dalam lima perkara. Apa saja?.

Beliau menjawab:

إِطْعَامِ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ وَتَجْهِيْزِ المَيِّتِ إِذَا مَاتَ وَتَزْوِيْجِ البِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ وَقَضَاءِ الدَّيْنِ إِذَا وَجَبَ وَالتَّوْبَةُ مِنَ الذَّنْبِ إِذَا أَذْنَبَ 


1. Menyiapkan makanan jika tamu datang,

2. mengurusi jenazah saat meninggal,

3. menikahkan anak gadis jika sudah ada calonnya,

4. melunasi utang jika jatuh tempo, dan

5. bertobat jika berdosa.


Berikut ini penjelasannya:

1. Menyiapkan makanan untuk tamu

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mengajarkan untuk menghormati tamu. Beliau bersabda bahwa orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Akhir harus memuliakan tamu yang datang ke rumahnya dan memberi hadiah.

Sahabat ada yang bertanya, “Apa hadiahnya?” .

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam lalu menjawab, “Menjamunya sehari semalam (jika ia menginap).” (Hadis Riwayat Bukhari nomor 6019.

2. Mengurusi jenazah

Ketika ada yang meninggal dunia, maka orang-orang di sekitarnya harus segera mengurus jenazahnya. Pengurusan jenazah tidak boleh ditunda-tunda dengan alasan apa pun.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah menjenguk Sahabat Thalhah bin Al-Bara’ rodiyallaahu anhu. yang sakit keras, Saat itu, beliau  berpikir Thalhah telah wafat, Maka beliau  bersabda:

إِنِّي لاَ أَرَى طَلْحَةَ إِلاَّ قَدْ حَدَثَ فِيهِ الْمَوْتُ فَآذِنُونِي بِهِ وَعَجِّلُوا فَإِنَّهُ لاَ يَنْبَغِي لِجِيفَةِ مُسْلِمٍ أَنْ تُحْبَسَ بَيْنَ ظَهْرَانَىْ أَهْلِهِ

Aku kira Thalhah sudah meninggal dunia, coba ceritakan kepadaku tentang kematiannya, dan bergegaslah mengurus jenazahnya, karena tidak pantas bagi jenazah seorang muslim untuk ditahan di antara keluarganya (Hadis Riwayat Abu Dawud nomor 3159.

3. Menikahkan anak gadis

Menikah adalah sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Bagi yang sudah siap menikah, baik secara lahir, batin, maupun materi, beliau  menganjurkan untuk tidak menunda-nundanya. Beliau  bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ

Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan saya (Hadis Riwayat. Muslim nomor 1400).

Maka dari itu, orang tua juga dianjurkan untuk segera menikahkan anak gadisnya yang sudah siap menikah, tentu jika sudah ada calon yang dirasa tepat. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا جَاءَكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَأَنْكِحُوهُ

Jika seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian (untuk meminang anak perempuan), maka hendaknya kalian menikahkannya (Hadis Riwayat  Tirmidzi nomor 1085).

4. Melunasi utang

Ayat terpanjang dalam Al-Qur’an adalah tentang utang-piutang (Qur'an Surat  Al-Baqarah ayat 282), karena memang urusan utang bisa jadi panjang. Kita tidak dilarang berutang selama tidak mengandung unsur ribawi. Namun, ada adab-adab berutang yang harus kita penuhi.

Orang yang berutang wajib membayar utangnya dan tidak boleh menunda-nunda pembayaran jika memegang uang. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda pembayaran utang bagi orang yang mampu adalah bentuk kezaliman (Hadis Riwayat Bukhari nomor  2287).

5. Bertobat

Jika kita berdosa, kita tidak boleh menunda-nunda untuk bertobat, karena kita tidak tahu kapan umur kita akan berakhir. Jangan sampai kita menyesal di Hari Akhir karena terlambat bertobat.

Jangan merasa rendah diri dengan dosa kita, selama kita punya penyesalan dan niat untuk berubah, Allah akan selalu memberi kesempatan untuk kita, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam 

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Sungguh Allah membuka lebar tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan Ia membuka lebar tangan-Nya di siang hari agar yang berbuat keburukan di malam hari bertobat, hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya (Hadis Riwayat. Muslim nomor. 2759).

demikianlah, semoga Bermanfaat.

jangan Lupa Subscribe ya shobat.

Pada Channel.

Ghofur Channel

0 Response to "Tergesa Gesah Adalah Perbuatan Syetan Kecuali 5 Perkara"

Post a Comment

Iklan atas artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel