MHUTBAH JUM'AT || MANFAATKAN 10 HARI TERAKHIR BULAN ROMADON UNTUK MERAIH LAILATUL QODAR

MATERI
KHUTBAH JUM’AT
֎
MANFAATKAN 10 HARI TERAKHIR RAMADHAN
UNTUK RAIH LAILATUL QADAR
ROMADHON
2026
1
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْ أَكْمَلَ لَنَا الدِّيْنَ وَتَمَّمَ عَلَيْنَا النِّعْمَةَ
وَجَعَلَ شَهْرَ رَمَضَانَ مَوْسِمًا لِلْخَيْرَاتِ وَأَيَّامَهُ مِضْمَارًا
لِلصَّالِحَاتِ، نَحْمَدُهُ تَعَالَى حَمْدًا كَثِيرًا وَنَشْكُرُهُ شُكْرًا
جَمِيلًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَسَلَّمَ
تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا
المُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوْهُ حَقَّ
تُقَاتِهِ، وَرَاقِبُوْهُ فِي السِّرِّ وَالعَلَانِيَةِ، فَقَدْ فَازَ
المُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى
فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ
اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ
رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ.
Jamaah kaum
muslimin yang dirahmati oleh Allah
Segala puji dan
syukur mari kita panjatkan atas kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan
berbagai macam nikmat
2
berserta karunia-Nya kepada kita semua. Shalawat teriring
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw, para
sahabat, tabi’in dan seluruh
generasi penerus mereka hingga saat ini.
Khatib berpesan
bagi diri sendiri dan jamaah, mari bersama-sama kita tingkatkan ketakwaan kepada
Allah dengan sebenar-benarnya takwa serta jangan sampai kita meninggal dunia
kecuali dalam keadaan muslim. Dalam Al-Qur’an diterangkan:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا
وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya, “Wahai orang-orang
yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya
dan janganlah kamu mati kecuali
3
dalam keadaan muslim.” (Surat Ali Imran ayat 102).
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh
Allah
Hidup di dunia
ini diibaratkan sebagai sebuah arena perlombaan. Setiap manusia pasti ikut
menjadi peserta kompetisi, namun dengan cabang yang berbeda-beda. Ada yang
berlomba-lomba dalam mengejar jabatan, harta, tahta, kesenangan duniawi dan
lain sebagainya. Selain itu ada juga yang berpartisipasi dalam lomba
mengerjakan amal kebaikan dengan sebanyak-banyaknya.
Perlombaan dalam
kebaikan inilah yang paling bermanfaat dan dianjurkan dalam Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan:
فَاسْتَبِقُوْا
الْخَيْرٰتِۗ
4
Artinya, “Maka,
berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan.” (Surat Al-Baqarah ayat 148).
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh
Allah
Setiap tahun para ulama, penceramah dan guru-guru kita
selalu mengingatkan betapa dahsyatnya keutamaan yang dimiliki oleh Lailatul
Qadar.Suatu malam yang apabila kita beribadah di dalamnya lebih baik
dibandingkan dengan beribadah selama seribu bulan di waktu yang lain dan padanya
pula diturunkan kitab suci Al-Qur’an.
Tentu saja betapa
ruginya kita jika menyia-nyiakan kesempatan emas di sepuluh hari terakhir bulan
suci ini, dengan tidak memanfaatkannya untuk mencari berkah Lailatul Qadar
melalui optimalisasi
5
diri serta berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan.
Apalagi dengan pahala yang berlipat ganda.
Rasulullah saw
saja apabila bertemu dengan sepuluh hari terakhir pada bulan suci Ramadhan,
maka beliau akan meningkatkan semangat dan intensitas ibadahnya. Sebagaimana
hal ini disampaikan oleh Aisyah ra dalam sebuah hadits:
عَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ،
وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya, "Dari Aisyah ra, ia berkata: “Nabi Muhammad saw
apabila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, maka beliau
mengencangkan ikatan sarungnya, menghidupkan malamnya dan
6
membangunkan keluarganya.” (HR Al-Bukhari).
Mazharuddin
Az-Zaidani dalam kitab Al-Mafatih fi Syarhil Mashabih, jilid 1, halaman 55, menjelaskan,
makna dari ‘mengencangkan
ikatan sarungnya’ dalam penggalan
hadits ialah perumpamaan yang menggambarkan kesungguhan Nabi Muhammad saw yang
hendak melakukan perkara ibadah. Selain itu, mengencangkan sarung juga
diibaratkan sebagai simbol untuk meninggalkan kegiatan hubungan intim bersama
istri.
Az-Zaidani juga
merincikan bahwa yang dimaksud dalam ‘membangunkan
keluarganya’ pada hadits
tersebut ialah Nabi Muhammad saw mengajak keluarganya untuk melakukan ibadah
dan mencari Lailatul Qadar dalam 10 hari terakhir
bulan Ramadhan.
7
Menambahkan
penjelasan dari Az-Zaidani, Syamsuddin Al-Birmawi dalam kitab Al-Lami’us Shabih bi
Syarhil Jami’ As-Shahih, jilid 6, halaman 491, menyebutkan, ‘menghidupkan
malam’ dalam hadits
tersebut maksudnya adalah Nabi Muhammad saw meninggalkan tidur malam,
membangunkan dirinya untuk melaksanakan shalat malam yang dibarengi dengan
ketaatan lain.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Selain mengencangkan ikatan sarung, menghidupkan
malam-malam dan membangunkan segenap keluarganya, Nabi Muhammad Saw juga
menampilkan semangat yang berbeda ketika mendapati sepuluh hari terakhir di
bulan suci Ramadhan.
8
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra disebutkan:
قَالَتْ عَائِشَةُ
رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Artinya, "Aisyah ra berkata: “Rasulullah saw bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir
(bulan Ramadhan) yang tidak pernah beliau lakukan di waktu lain.” (HR Muslim).
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah
Berlomba-lomba
dalam kebaikan di 10 hari terakhir
bulan Ramadhan hendaklah diwujudkan dengan memperbanyak amal ibadah, berbagi
kepada sesama, meningkatkan intensitas dzikir kepada Allah dan mengajak seluruh
anggota keluarga. Sebagaimana hal yang sama seperti yang dilakukan oleh
Rasulullah saw.
9
Dalam 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan ini juga kita dianjurkan
memperbanyak berdoa kepada Allah swt untuk memohon ampun atas kesalahan yang
diperbuat. Salah satu doa yang dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk menghiasi
ibadah kita ialah sebagaimana yang tercantum dalam hadits:
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ
عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya, “Ya Allah, engkau
adalah maha pengampun. Maka ampunilah aku.”
بَارَكَ اللّٰهُ
لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
10
Khutbah II
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ
وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا
المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ
وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ
وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى اَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ
اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ
وَعَلِيِّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ
التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ
بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَآءِ مِنْهُمْ
وَالْاَمْوَاتِ اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ
مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ
أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللّٰهُمَّ
ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ
الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا
اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا
رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَ اِنْ لَمْ تَغْفِرْ
لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللّٰهِ!
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِيْ الْقُرْبٰى
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى
نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ وَ اللّٰهُ يَعْلَمُ مَا
تَصْنَعُوْنَ

0 Response to "MHUTBAH JUM'AT || MANFAATKAN 10 HARI TERAKHIR BULAN ROMADON UNTUK MERAIH LAILATUL QODAR"
Post a Comment